Etika Naik Kereta di Jepang

You are here Home  > Etika, Transportasi Jepang >  Etika Naik Kereta di Jepang

Liburan di Jepang pasti tidak jauh dengan yang transportasi kereta. Kereta adalah moda transportasi utama di Jepang, termasuk bagi kita untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Negara Jepang dikenal sebagai negara dengan teknologi dan ketepatan kereta nomor wahid di dunia. Jika teman-teman terbiasa naik kereta di Indonesia (khususnya commuter line di Jabodetabek), pengalaman naik kereta di Jepang kurang lebih akan sama, namun lebih jauh lebih teratur (baik saat di stasiun maupun di dalam kereta) dan tentu tepat waktu. Selama 6 tahun tinggal di Jepang, Tim Info Jepang sudah hampir mengelilingi semua daerah dengan menggunakan kereta, dan berikut ini adalah rangkuman etika naik kereta di Jepang sebagai panduan teman-teman.

Etika menunggu kereta di stasiun

Pastikan teman-teman mengetahui di peron berapa kereta yang ingin dinaiki akan melintas. Suasana peron yang dipenuhi dengan penumpang lain dan juga harus naik atau turun elevator membuat kita harus tahu persis di peron berapa kereta kita akan melintas. Untuk mengetahuinya, teman-teman bisa membaca petunjuk/ tulisan atau mencari tahu melalui aplikasi Hyperdia.

Naik kereta di Tokyo

Saat menunggu kereta di peron stasiun, kita harus menunggu di area di belakang garis kuning di dekat pintu otomatis. Perlu teman-teman ketahui, kereta akan berhenti dengan akurat di mana pintu kereta akan terbuka di pintu otomatis. Garis kuning di lantai peron jadi petunjuk kita untuk menunggu dalam barisan di sisi kiri dan kanan pintu otomatis. Ingat untuk mengantri dan berbaris dengan rapi. Saat menunggu teman-teman juga tidak boleh tertawa atau membuat kegaduhan yang mengganggu penumpang lainnya.

menunggu kereta di jepang

Pesan JR Pass online

menunggu kereta di jepang

Jika kita berada di antrian paling depan, segera naik ke kereta sesaat setelah penumpang terakhir turun dari kereta. Jika kita berada di tengah atau antrian belakang, kita wajib menunggu penumpang di depan kita untuk naik terlebih dahulu sesuai antrian. Ada kalanya, penumpang akan memilih tidak naik (menunggu kereta selanjutnya), nah, jika seperti ini, teman-teman bisa melewati antrian dan segera masuk ke kereta.

Bingung dengan sistem kereta di Jepang? Coba Tour Guide Online!

Etika saat berada di dalam kereta

  • Jangan berharap bisa duduk nyaman khususnya di kota besar dan jam sibuk (pagi hari jam 7-9 pagi dan jam 6-8 malam). Saran Tim Info Jepang, pergilah di luar jam sibuk, berangkat lebih pagi atau pulang lebih malam.
  • Seperti di Commuter Line Jabodetabek, Jepang juga memiliki gerbong khusus wanita. Kita bisa mengetahuinya dari warna kereta dan tulisan atau petunjuk kereta yang berwarna pink. Selain itu, di pintu penghubung antar gerbong juga ada petugas yang berjaga dan mengingatkan jika ini adalah gerbong khusus wanita. Bagi teman-teman yang bepergian bersama dengan istri atau teman wanita, saran Tim Info Jepang: naiklah di gerbong kereta umum agar tidak terpisah dan menyulitkan untuk turun/ berpindah kereta.
  • Kursi prioritas berada di ujung gerbong kereta, letaknya di dekat pintu penghubung antar gerbong. Pastikan teman-teman tidak duduk di kursi ini karena kursi ini ditujukan untuk penumpang hamil, manula (tua), dan penumpang yang sakit/ cidera, utamanya saat kondisi kereta penuh dengan penumpang. Namun, saat kereta sedang kosong atau memang naik saat bukan jam sibuk, teman-teman bisa duduk di kursi prioritas tersebut.
  • Berbeda dengan di Indonesia di mana orang akan senang hati jika diberikan tempat duduk di kereta, beberapa orang tua (manula) di Jepang merasa tidak dihormati dan tidak mau duduk di tempat duduk yang diberikan penumpang lain. Hal ini saya ketahui dari dosen dan ibu penjaga asrama tempat saya tinggal, yakni beberapa orangtua malah merasa dilecehkan dan dianggap lemah jika diberikan tempat duduk. Nah, daripada niat baik kita malah salah dimengerti, cara terbaik adalah dengan berdiri dan mengatakan “dozo” dan menjauh beberapa langkah.
  • Selama di dalam kereta, teman-teman sebaiknya juga tidak menelepon atau menerima telepon. Berbicara dengan teman lain (apalagi suaranya cukup keras) juga dianggap sebagai kegiatan yang tidak sopan. Selain itu, pastikan handphone kita dalam mode getar/ silence agar tidak mengganggu penumpang lain. Dalam beberapa kesempatan, jika memang telepon yang masuk itu penting, teman-teman bisa mengangkat telepon dari berbicara dengan pelan, meminta waktu untuk menelepon balik setibanya di stasiun tujuan.
  • Jika teman-teman menempuh perjalanan jauh antar kota, baik dengan shinkansen atau kereta biasa, kita diijinkan untuk berbicara dengan teman, membaca koran/ majalah, atau bermain handphone selama itu tidak membuat kegaduhan dan menganggu penumpang lain. Selain itu, kita juga diperbolehkan untuk berjalan di dalam gerbong jika pegal atau ingin ke toilet.

Baca juga: FAQ terlengkap Japan Rail Pass dan Perlukah membeli Suica dan Pasmo?

Pesan JR Pass online

Sumber gambar: Flickr Shibuya246, 246-You, Shun Endo

Recommended for you

Last modified: October 20, 2016

Yakin dengan itinerary kamu? Takut kesasar? Coba Tour Guide Online!
Show Comments

Silakan bertanya...

Email terjamin dan hanya dipakai untuk memberitahu balasan pertanyaan