Mengunjungi kuil di Jepang

You are here Home  > Etika >  Mengunjungi kuil di Jepang

Mayoritas masyarakat Jepang beragama/ menganut kepercayaan Shinto, itulah sebabnya ada banyak kuil Shinto di Jepang. Sementara itu, karena memiliki hubungan yang erat dengan Bangsa China di masa lampau, teman-teman juga dapat dengan mudah menemukan kuil Buddha. Untuk membedakan kuil Buddha dan Shinto, lihat namanya saja. Kuil Shinto biasanya disebut Jingu (Shrine), sementara kuil Buddha disebut Ji (Temples). Kalau di dalam website infojepang.net ini, teman-teman bisa melihat kumpulan objek-objek wisata kuil dalam kategori Temples (Kuil) di dalam bahasa Indonesia.

Kuil-kuil di Jepang memiliki pesona tersendiri, selain bangunan atau arsitekturnya yang khas, biasanya pemandangan di sekitar kuil dan patung atau arca yang ada di kuil-kuil tersebut tentu jadi objek yang bagus untuk diamati dan diabadikan saat liburan di Jepang. Tim Info Jepang sudah merangkum beberapa informasi terkait etika mengunjungi kuil di Jepang, baik mengunjungi kuil Buddha dan kuil Shinto di Jepang. Jangan sampai niat liburan, malahan malu atau dimarahi ya!

Mengunjungi Ji (kuil Buddha)

Kinkaku-Ji Temple

Kuil Buddha Kinkakuji di Kyoto

Orang Jepang mengunjungi kuil Buddha untuk beribadah atau memuja Buddha. Selain untuk beribadah, biasanya orang Jepang mengunjungi kuil dalam acara pemakaman atau untuk mengenang saudara atau kerabat yang sudah meninggal. Meskipun kuil identik dengan tempat ibadah agama Buddha, namun kuil-kuil di Jepang sudah banyak yang dibuka untuk publik. Teman-teman bisa mengunjungi kuil-kuil Buddha yang ada di Kyoto maupun Kuil Buddha Todaiji Nara yang paling terkenal di Jepang.

Saat mengunjungi kuil Buddha, pastikan teman-teman berperilaku tenang, tidak ribut, dan hormat. Menunjukkan rasa hormat Anda dengan membuat sebuah doa singkat di depan objek sakral. Kemudian, masukkan koin ke dalam kotak persembahan, diikuti dengan doa pendek. Kalau teman-teman agak risih berdoa, bisa juga dengan menutup mata dan berdiam diri beberapa detik.

Di beberapa kuil Buddha, teman-teman juga bisa membakar dupa (osenko). Tempat pembakaran dupa hanya ditemukan di kuil Buddha.

Ketika memasuki bangunan kuil, teman-teman mungkin diminta untuk melepas sepatu. Sepatu bisa diletakkan di rak sepatu yang tersedia dekat pintu, atau dimasukkan ke dalam tas plastik. Oiya, pastikan memakai kaus kaki ya, dan kalau bisa yang bagus, hehe.

Setelah itu, teman-teman bisa berkeliling bangunan kuil, dan melihat-lihat. Mayoritas kuil Buddha memperbolehkan wisatawan mengambil foto.

Mengunjungi Jingu (kuil Shinto)

Heian-jingu

Kuil Shinto Heian Jingu di Kyoto

Seperti halnya kuil Buddha, orang beragama Shinto juga biasanya mengunjungi kuil pada momen-momen tertentu, seperti liburan Tahun Baru maupun saat diadakan festival (matsuri), atau saat ada pernikahan dan kematian. Orang Shinto percaya bahwa roh para leluhur atau orang yang dihormati tinggal dalam kuil dalam bentuk Kami. Kami ini melindungi dan menjaga penduduk yang tinggal di sekitar kuil dari bencana atau bahaya dan memberikan kemakmuran.

Saat mengunjungi kuil Shinto pastikan teman-teman berperilaku tenang, tidak ribut, dan hormat. Jika teman-teman sedang sakit atau bersedih, disarankan tidak mengunjungi Jingu, karena dianggap mengotori kesucian kuil.

Di pintu masuk kuil, ada air mancur. Sebelum masuk ke area kuil, teman-teman harus mengambil air itu untuk membasuh tangan dan mulut. Ini adalah ritual pemurnian diri (agar tubuh menjadi suci). Tata cara membersihkan diri ini ada prosesnya juga teman-teman. Tim Info Jepang akan memberitahukan caranya berikut ini.

Tata cara membersihkan diri sebelum masuk kuil

  1. Ambil air dengan menggunakan gayung atau mangkuk dengan menggunakan tangan kanan, lalu basuh tangan kiri kita.
  2. Lalu pegang gayung dengan tangan kiri, lalu ambil air untuk membasuh tangan kanan kita
  3. Pegang kayung kembali dengan tangan kanan, ambil air dan taruh di tangan kiri, untuk kemudian dimasukkan ke mulut kita untuk berkumur.
  4. Terakhir, masih menggunakan tangan kanan, ambil air, lalu kucurkan perlahan untuk membasuh gayung atau mangkuk.
  5. Letakkan kembali gayung di dekat pancuran air untuk bisa digunakan oleh pengunjung lainnya.

Di dalam kuil Shinto, tata caranya agak berbeda dengan kuil Buddha. Pertama-tama, teman-teman memasukkan koin ke dalam kotak persembahan, membungkuk rendah dua kali, bertepuk tangan dua kali, membungkuk rendah sekali lagi dan berdoa selama beberapa detik.

Setelah itu, teman-teman bisa berkeliling bangunan kuil. Mayoritas kuil Shinto memperbolehkan wisatawan mengambil foto, asalkan kita tetap menjaga ketenangan.

Salah satu kuil Buddha yang paling terkenal adalah Heian Jingu di Kyoto. Teman-teman bisa ke sini di musim semi sambil menyaksikan mekarnya bunga sakura.

Sumber gambar: Flickr Kazu Letokyoite, postcardlady1, nomonomo0303

Recommended for you

Last modified: July 31, 2016

TAGS  :

Yakin dengan itinerary kamu? Takut kesasar? Coba Tour Guide Online!
Show Comments

Silakan bertanya...

Email terjamin dan hanya dipakai untuk memberitahu balasan pertanyaan