Naik Taksi di Jepang

You are here Home  > Transportasi Jepang >  Naik Taksi di Jepang

Taksi di Jepang bentuknya hampir sama seperti taksi yang ada di Indonesia, dengan mobil bertipe sedan dengan dua baris tempat duduk lengkap dengan lampu indikator kosong atau terisi di atas body taksi. Seluruh taksi di Jepang juga dilengkapi dengan GPS dan argometer, sehingga kita tidak akan mungkin ditipu oleh supir taksi seperti di negara-negara lain. Namun, naik taksi di kota besar Jepang adalah sebuah hal yang harus kita hindari selagi bisa. Selain karena jalan kota yang padat, ongkos taksi di Jepang adalah salah satu yang termahal di dunia. Simak panduan naik taksi di Jepang berikut ini.

Taksi biasanya menjadi solusi terakhir saat kereta atau bus sudah berhenti beroperasi lepas tengah malam. Di kota-kota kecil atau wilayah yang jauh dari pusat kota, seperti Arashiyama di Kyoto, atau Furano dan Taman Nasional Daisetsuzan di Hokkaido, di mana transportasi umum seperti bus dan kereta terbatas, taksi bisa menjadi solusi alternatif akses menuju tempat wisata yang kita inginkan. Selain itu, taksi juga menjadi solusi alternatif jika pergi bersama-sama dengan kelompok 3-4 orang atau bersama dengan orangtua/ anak karena ongkos yang dikeluarkan hampir setara dengan naik transportasi publik (bus atau kereta).

1. Sekilas mengenai taksi di Jepang

Taksi di Jepang dibagi menjadi 3 tipe berdasarkan ukuran kendaraan. Taksi berukuran besar (oogatasha) bisa membawa 5 sampai 6 penumpang. Sementara itu, taksi berukuran sedang (chuugatasha) dan kecil (kogatasha) maksimal membawa 4 orang penumpang. Yang membedakan taksi ukuran sedang dan kecil adalah panjang body kendaraan dan area kabin penumpang.

Taksi di Jepang menjadi salah satu taksi terbaik yang ada di dunia jika dilihat dari sisi kepercayaan. Tidak akan pernah kita menemukan supir taksi yang dengan sengaja mengambil keuntungan dari penumpang. Pastikan teman-teman naik taksi berlisensi resmi dengan plat berwarna hijau. Atau bisa juga naik mobil sewaan (dengan plat berwarna putih atau kuning).

Baca artikel untuk menyewa mobil di Jepang.

Di beberapa objek wisata terkenal atau dekat Bandara Narita, sering ditemukan taksi tak resmi. Tak resmi di sini adalah orang biasa yang menawarkan jasa transportasi tanpa ijin. Lebih baik teman-teman menghindarinya dan memilih taksi yang resmi (ada tulisan di body-nya).

2. Cara menggunakan taksi di Jepang

Taksi dapat dengan mudah kita temukan di area tempat tunggu taksi di Bandara atau di pintu keluar stasiun-stasiun besar, seperti Stasiun Shinjuku atau Stasiun Tokyo. Jika teman-teman menginap di hotel, kita juga bisa meminta bagian resepsionis untuk memesan taksi. Jika teman-teman ingin naik taksi di jalan, pastikan untuk menunggu dan menyetop taksi di area halte atau tempat perhentian bus.

Masyarakat Jepang dikenal disiplin, termasuk para supir taksinya. Jika teman-teman mencoba menghentikan taksi di sembarang tempat dapat dipastikan tidak akan ada taksi yang berhenti. Untuk mengetahui mana taksi yang kosong dan mana yang berisi, kita bisa melihat kap lampu di atas body taksi. Jika tulisan yang berwarna merah menyala, artinya “vacant” atau kosong. Sementara jika yang menyala adalah tulisan berwarna hijau, berarti “occupied” atau sedang mengangkut penumpang.

Ketika taksi berhenti, jangan membuka pintu taksi terlebih dahulu. Tunggulah supir taksi membukakan salah satu pintu, barulah teman-teman masuk/ membuka pintu sisi lainnya. Begitu juga setelah tiba dan keluar taksi di tempat tujuan, kita tidak perlu menutup pintu taksi.

3. Berapa ongkos taksi di Jepang?

Untuk 2 kilometer pertama kita akan dikenakan 600-700 yen, kemudian argo taksi akan bertambah 80-90 yen setiap menempuh jarak 280-300 meter. Jika terjebak macet atau berhenti karena lampu lalu lintas, ongkos taksi akan bertambah 80-90 yen setiap 2 menit. Untuk menempuh perjalanan sejauh 10 kilometer bisa mencapai 2.000 yen (atau hampir 220 ribu rupiah). Mahalnya taksi di Jepang!

Teman-teman bisa mengecek memperkirakan ongkos atau biaya taksi melalui website taxifarefinder. Pastikan menyediakan uang tunai sesuai perkiraan ongkos taksi karena mayoritas taksi di Jepang hanya menerima pembayaran secara tunai.

4. Bagaimana cara memberi tahu alamat atau tempat tujuan kita?

Salah satu permasalahan paling mendasar berwisata di Jepang adalah amat sedikit penduduk yang mengerti bahasa Inggris, termasuk di dalamnya supir taksi. Mayoritas supir taksi tidak dapat berbahasa Inggris dan tentunya menyulitkan komunikasi kita. Saran Tim Info Jepang, lebih baik teman-teman sudah mencetak peta tempat tujuan atau setidaknya menunjukkan nama dan alamat maps atau peta tempat tujuan kita. Atau teman-teman bisa meminta bantuan Tim Info Jepang untuk menjelaskan tempat tujuan kepada supir taksi.

5. Memberikan tip kepada supir taksi

Di Jepang, kita tidak diperbolehkan memberi uang tip kepada supir taksi. Usahakan membayarnya ongkos taksi tepat seperti yang tertera pada argo (sampai ke satuan yen). Untuk uang kembalian, di kota-kota besar biasanya tersedia uang kembalian. Namun jika naik taksi di kota kecil/ jauh dari kota, sebaiknya teman-teman menyediakan uang pas untuk mempermudah pembayaran.

Sumber gambar: Flickr Sergio Rozas

Save

Recommended for you

Last modified: October 17, 2016

TAGS  : ,

Yakin dengan itinerary kamu? Takut kesasar? Coba Tour Guide Online!
Close Comments

Silakan bertanya...

Email terjamin dan hanya dipakai untuk memberitahu balasan pertanyaan