Tips Liburan Musim Dingin di Jepang

You are here Home  > Musim di Jepang, Tips Wisata >  Tips Liburan Musim Dingin di Jepang

Setelah melewati 4 tahun sekaligus 4 kali musim dingin di Jepang, banyak hal yang bisa saya pelajari mengenai musim dingin. Musim dingin di Jepang tidak hanya identik dengan iluminasi, salju serta ski es, atau salju putih yang turun, namun juga musim penyakit menular. Di Jepang, karena udara sangat kering di musim dingin, kinerja alat pernapasan untuk menyaring zat-zat asing berbahaya dari luar tubuh jadi menurun. Akibatnya, kita jadi gampang terkena penyakit. Misalnya saja influenza atau norovirus yang paling sering mewabah di Jepang. Jadi, kali ini saya akan bercerita mengenai tips liburan musim dingin di Jepang, supaya kita tetap fit sehingga bisa berlibur dengan santai.

1. Hindari Ryokan dan penginapan tradisional Jepang

Makanan di penginapan tradisional Jepang

Anda tentu senang bisa menginap di penginapan tradisional Jepang minshuku atau ryokan. Selain dapat menikmati suasana rumah dan interior rumah Jepang yang asli seperti tatami atau futon, kita juga dapat menikmati makanan khas Jepang, dan pelayanan terbaik dari tempat menginap. Ada pula shared hotel yang harganya murah meriah. Namun, biasanya penginapan tradisional Jepang atau shared hotel tidak menyediakan kamar mandi sendiri. Mereka menyediakan ofuro besar di mana para tamu bisa berendam air panas bersama-sama.

Tempat berendam air panas inilah yang sering menjadi tempat persebaran virus. Kita tidak tahu siapa yang sebelumnya masuk ke dalam pemandian air panas, bisa jadi dia menderita penyakit dan akhirnya kita juga tertular. Untuk itulah, sebagai tips liburan musim dingin di Jepang yang pertama pilihlah hotel dan bukan penginapan tradisional Jepang. Dengan memilih menginap di hotel, kita dapat mencegah penularan penyakit dari fasilitas umum.

2. Hindari tempat penginapan yang tua

Tips Liburan Musim Dingin di Jepang: Penginapan tradisional Jepang di musim dingin

Kita sering sekali hanya memilih penginapan yang murah, namun tidak mengecek model dan umur penginapan di Jepang. Bisa jadi penginapan murah yang kita pilih adalah penginapan lama yang umurnya sudah tua, sehingga menurunkan harga untuk menarik pengunjung.

Untuk itulah lebih baik memilih penginapan baru dan modern meskipun harganya sedikit lebih mahal. Selain fasilitasnya yang nyaman, kita bisa terhindar dari penginapan tua yang kurang bersih. Selain itu, kalau bisa janganlah menginap lebih dari dua hari di penginapan yang sama. Ini supaya mencegah penyebaran penyakit akibat terus-terusan berada di tempat yang sama.

3. Pakailah kaos kaki

Ketika menginap di Jepang, kita biasa mendapatkan slipper atau sendal gratis dari tempat penginapan. Kalau slippernya baru, kita tidak perlu kuatir. Namun, kalau slippernya bentuknya sama dan bebas dipergunakan siapapun, lebih baik menggunakan kaos kaki. Itu untuk mencegah penularan penyakit dari luka atau kotoran di lantai dan juga menghangatkan kaki dari dinginnya musim salju. Tenang saja, menggunakan kaos kaki di dalam kamar atau rumah tidak jadi masalah di Jepang.

4. Dalam pemandian air panas

Setelah 3 tips liburan musim dingin di Jepang di atas, kini saya akan memberikan tips-tips praktis. Saat masuk dalam pemandian air panas atau onsen di Jepang, jangan rendam kepala dalam air panas. Selain tidak sopan, merendam kepala dalam air panas bisa menyebabkan infeksi telinga dan saluran pencernaan (mulut dan tenggorokan). Kemudian, kalau ada luka tergores atau terbuka, hindari masuk di pemandian air panas untuk mencegah penularan di luka terbuka.

Pemandian air panas atau onsen

5. Mencuci tangan

Mencuci tangan adalah tips liburan musim dingin di Jepang yang terakhir dan terpenting. Setelah jalan-jalan berkeliling objek wisata, tangan kita bakal jadi kotor karena menyentuh uang, mesin tiket, dan lainnya. Untuk itulah penting sekali untuk mencuci tangan setelah masuk kamar. Cucilah bersih menggunakan sabun dan bilas dengan air bersih mengalir.

Tips Liburan Musim Dingin : Mencuci tangan setelah masuk kamar

Sumber gambar : Flickr Alexander Olm, Giant Ginkgo, Christopher Cotrell, Sarah Gilbert

Recommended for you

Last modified: August 12, 2016

Yakin dengan itinerary kamu? Takut kesasar? Coba Tour Guide Online!

Silakan bertanya...

Email terjamin dan hanya dipakai untuk memberitahu balasan pertanyaan