Tradisi Tahun Baru di Jepang

You are here Home  > Hidup di Jepang, Makanan Jepang >  Tradisi Tahun Baru di Jepang

Liburan tahun baru asyiknya kemana ya? Bagi teman-teman yang berlebih, bagaimana dengan berwisata ke Jepang? Pergi ke Jepang pada saat tahun baru punya kelebihan tersendiri. Selain kita bisa mendapatkan banyak potongan tahun baru dari penginapan di Jepang, banyak juga acara atau even spesial tahun baru yang diadakan. Tidak hanya itu saja, kita bisa juga melihat langsung tradisi tahun baru yang biasanya dilakukan oleh orang-orang Jepang. Tradisi seperti apa saja ya? Yuk lihat satu persatu.

Tradisi Tahun Baru di Jepang

1. Bonenkai. Bounenkai dalam bahasa Indonesia adalah pertemuan melupakan tahun ini. Bounenkai adalah pesta akhir tahun yang diadakan untuk melupakan semua kesukaran dan kerja keras pada tahun itu. Pesta ini biasanya dilakukan oleh sesama teman perusahaan, teman dekat atau keluarga, dengan makan-makan dan minum bir.

2. Ousouji (bersih-bersih besar), adalah membersihkan rumah dan kebun, memangkas tanaman dan pohon yang ada di kebun rumah.

Tradisi tahun baru - Oosouji

3. Memasang dekorasi shogatsu (tahun baru), seperti; Kadomatsu, Shimenawa, dan Shimekazari. Kadomatsu adalah hiasan yang dirangkai dari pohon cemara dan bambu yang masih berwarna hijau, dan diletakkan di depan pintu rumah/ kantor. Shimenawa adalah sebuah hiasan yang terbuat dari jerami padi yang dibentuk seperti tali dan digantung di depan pintu masuk rumah/ kantor. Shimekazari sama seperti Shimenawa, namun ditambah beberapa ornamen khusus seperti tanaman urajiro, daidai (jeruk masam). Hiasan-hiasan ini dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan.

Tradisi tahun baru - Pasang kadomatsu

Tradisi tahun baru - Pasang shimekazari

4. Menaruh Kagamimochi di dalam rumah/ kantor. Kagamimochi adalah kue yang terbuat dari beras ketan, dibentuk bulat sebanyak dua tumpuk lalu di atasnya ditaruh buah jeruk yang masih utuh. Dulu orang-orang Jepang membuatnya sendiri, tapi sekarang mereka lebih suka membeli yang sudah jadi di toko-toko, dan buah jeruknya bukan buah jeruk asli, tapi terbuat dari plastik.

Tradisi tahun baru - Kagamimochi

5. Menulis Nengajou yakni membuat dan mengirimkan kartu ucapan/ kartu pos yang berisi ucapan Selamat Tahun Baru kepada teman dekat, keluarga, dan rekan kerja.

Tradisi tahun baru - Menulis Nengajou

6. Joya no kane, adalah memukul/ membunyikan genta berkali-kali di kuil-kuil pada waktu tengah malam pergantian tahun. Tak sedikit orang-orang Jepang rela mengantri di kuil untuk sekedar turut membunyikan genta di malam pergantian tahun. Bagi yang tinggal di Tokyo, Meiji Jingu di Harajuku adalah yang paling terkenal.

Tradisi tahun baru - Membunyikan joya no kane

7. Memakan toshikoshi soba, yaitu makan malam dengan hidangan mie soba yang biasanya disertai tempura, di malam akhir Desember.

Tradisi tahun baru - Makan toshikoshi soba

8. Meminum Otoso, yaitu meminum sedikit sake untuk pertama kalinya di pagi hari pertama tahun baru. Otoso adalah minuman beralkohol yang terbuat dari beras. Otoso ini dianggap sebagai minuman suci.

Tradisi tahun baru - Minum otoso

9. Memakan Ozoni sehabis minum Otoso. Ozoni adalah semacam sup yang diisi mochi dan sayuran.

Tradisi tahun baru - Memakan ozoni

10. Memakan hidangan Osechi untuk makan pagi setelah minum Otoso dan Ozoni. Osechi adalah sajian khas tahun baru yang disajikan di dalam kotak khusus yang disebut dengan jubako dan terdiri dari berbagai macam makanan diantaranya adalah datemaki, konbu, dan kuromame. Pertama kali belajar bahasa Jepang, diajari oleh Sensei bahwa hidangan osechi adalah hidangan penuh dengan harapan. Harapan-harapan dalam satu tahun semuanya diwakilkan dalam hidangan tahun baru.

Tradisi tahun baru - Makan osechi

11. Pergi Hatsumode/ Hatsumairi, adalah kunjungan pertama ke kuil Budha atau kuil Shinto pada awal tahun baru. Mereka berdoa memohon kedamaian untuk tahun yang baru dan membuat permohonan lainya, seperti: ingin segera mendapat jodoh, pekerjaan, rejeki, atau lainnya. Orang Jepang biasanya sudah mengantri dari sejak tanggal 31 Desember malam, berjaga di kuil hingga pagi, dan memulai hatsumode pada pagi hari saat matahari terbit.

Tradisi tahun baru - Hatsumoude

Demikianlah beberapa tradisi tahun baru di Jepang yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh sebagian besar masyarakat Jepang dalam menyambut tahun baru. Jadi bagaimana teman-teman? Mau datang ke Jepang?

Sumber Gambar :blog sakura, rubeusu-1.com, yahoo blog, rubeusu-1.com, jful.jp, blog nifty, ameba blog, blog seesaa, lilect.net, jugem.jp, in-wadai blog

Recommended for you

Last modified: June 13, 2016

Yakin dengan itinerary kamu? Takut kesasar? Coba Tour Guide Online!
Close Comments

Comment (1)

  1. Di negara yang terkenal dengan nama “negeri matahari terbit”, tak heran kalau banyak orang Jepang yang memegang keyakinan bahwa matahari terbit yang pertama kali pada suatu tahun, atau “hatsuhinode”, memiliki aspek supernatural. Berdoa pada saat matahari mulai muncul di ufuk untuk pertama kali dalam tahun yang baru dikatakan memberi keberuntungan, khususnya jika dilakukan di tempat-tempat yang pemandangan matahari terbitnya sangat indah. Banyak orang bepergian ke gunung atau ke pantai, menunggu terbitnya matahari dan memulai tahun dengan semangat yang baru.

Silakan bertanya...

Email terjamin dan hanya dipakai untuk memberitahu balasan pertanyaan