Boso No Mura

Home / Museum / Boso No Mura
Item image

Boso No Mura atau Boso Village adalah sebuah desa di Prefektur Chiba. Namun desa ini bukanlah desa biasa seperti yang ada di Indonesia. Desa ini adalah sebuah sebuah museum terbuka mengenai kehidupan tradisional dan kebudayaan lokal daerah Boso. Kini, semenjak penelitian dan eksplorasi dilakukan dengan intens, di sekitar Desa Boso ditemukan banyak artefak peninggalan jaman dahulu. Benda-benda artefak ini kemudian dikumpulkan dan dapat kita lihat di bangunan Fuduoki Shiryokan di Boso. Selain itu, di musim semi dan musim panas, kita bisa bersantai dan menikmati kuliner khas daerah ini di beberapa restoran rakyat sambil menyaksikan keindahan bunga-bunga bermekaran di seluruh area museum Boso no Mura. Mari lihat kegiatan seru Tim Info Jepang mengunjungi Desa Boso di Chiba ini.

Kegiatan Seru di Boso No Mura

1. Ikut serta dalam kegiatan masyarakat lokal

Meskipun lokasinya dekat dengan ibukota dan salah satu kota paling modern di dunia, Desa Boso menawarkan sesuatu yang berbeda bagi para wisatawan. Di sini kita bisa bergabung dalam pekerjaan para penduduk, seperti turun ke sawah dan menanam padi, menyiangi rumput-rumput liar, lalu memanen sayuran di kebun. Bagi Tim Info Jepang, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar budaya Jepang secara langsung, bagaimana melihat orang Jepang yang memulai pekerjaan dengan tepat waktu, menggunakan cara atau alat bantu supaya kerja menjadi efisien, dan juga bagaimana mereka berinteraksi satu dengan lainnya. Tidak banyak tempat di Jepang yang menawarkan kesempatan dan suasana seperti ini.

Suasana Boso No Mura di Chiba

2. Mencoba membuat kerajinan sendiri

Desa Boso dikenal dengan kemampuan penduduknya membuat kerajinan pembuatan kertas tradisional, kain celup ikat, dan pembuatan perkakas dari logam. Setelah mencoba turun ke ladang dan kebun, kita bisa bergabung dalam proses pembuatan kertas tradisional atau melihat proses pembuatan perkakas pertanian dari logam. Di beberapa rumah penduduk, kita bisa melihat proses pembuatan perisai dan baju perang bagi tentara Jepang. Kita juga bisa membuat motif celup ikat kain atau turut serta dalam pembuatan tatami (alas ruangan khas Jepang) dari bahan bambu.

Gerobak jaman dahulu di Boso No Mura

3. Belajar etiket penduduk Jepang

Kita bisa bergabung dalam upacara minum teh (Tea Ceremony) yang diadakan di Aula Desa atau di rumah penduduk. Di sini kita bisa melihat dan belajar secara langsung etika saat masuk rumah, memberikan salam kepada pemilik rumah, dan posisi dan sikap dalam upacara minum teh. Penduduk di sini dengan senang hati akan memberikan demo atau mencontohkan langsung kepada kita seperti cara menuang teh, posisi duduk dalam ruangan.

4. Menikmati keindahan Desa Boso

Suasana desa yang masih asri dengan ladang dan kebun-kebun tentu sayang jika tidak dinikmati. Kita bisa berkeliling dengan berjalan kaki menyusuri jalan-jalan pedesaan. Jangan lupa untuk mengambil beberapa foto kenangan di Desa Boso.

Jalanan desa di Boso No Mura

Akses ke Boso No Mura

Dari Stasiun Tokyo, naik kereta JR Sobu Rapid Line for Narita Airport dan turun di Stasiun JR Narita. Lama perjalanan 70-80 menit dengan tiket seharga 1.140 yen.

Dari Stasiun Shinjuku, naik kereta JR Yamanote Line dan turun di Stasiun Nippori (lama perjalanan 20 menit dengan tiket 200 yen). Dari Stasiun Nippori, lalu naik kereta Keisei Main Line dan turun di Stasiun Keisei Narita. Lama perjalanan 65 menit dengan tiket seharga 780 yen.

Dari Bandara Narita, teman-teman bisa naik kereta JR Narita Line (240 yen) atau kereta Keisei (260 yen) selama kurang lebih 10 menit.

Dari Stasiun JR Narita atau Stasiun Keisei Narita (seperti yang dijelaskan di atas), kita bisa naik bus yang menuju ke arah Ryukakuji-dai-shako (tersedia 2 keberangkatan setiap jamnya) dan turun di Halte Ryukakuji-dai-2-chome atau Boso no Mura. Lama perjalanan sekitar 20 menit dengan ongkos 400 yen. Dari halte bus, kita kemudian berjalan kaki sekitar 8 menit (300 meter) sampai ke Desa Boso.

Cheap Hotels in Chiba [More Hotels]

Hotel Route-Inn Kitamatsu
33 km away
from ¥5788/night
Capsule Hotel The Inn
28 km away
from ¥2114/night
Dormy Inn Soga
30 km away
from ¥7891/night
Mitsui Garden Hotel Kashi
30 km away
from ¥6388/night

(sponsored by Booking.com)

Cek Juga Objek Wisata Berikut!

Shops and Restaurants Mak
29 km away
suasana malam hari di Mitsui Outlet Park Makuhari
Umihotaru
54 km away
Panorama Umi Hotaru di Chiba
Kuil Shinsoji
6 km away
Bangunan utama di Kuil Shinsoji
Shisui Premium Outlet
12 km away
Shisui Premium Outlet Narita

Sumber gambar: Flickr TANAKA Juuyoh (田中十洋), TANAKA Juuyoh (田中十洋), TANAKA Juuyoh (田中十洋), TANAKA Juuyoh (田中十洋)


Untuk bisa mengikuti kegiatan bersama penduduk boso kita membayar 300 yen
Last modified: January 18, 2018 by

Berikan nilai untuk tempat wisata ini!

Rating

Close Comments

Comments (2)

  1. sore pak nugroho, mohon bantuannya. jika setibanya di bandara narita (pagi) dan saya langsung ingin mampir ke boso village sebelum sorenya ke tokyo. transportasi apa yg bisa saya naiki dari bandara? dan dari boso village untuk ke tokyo nya jg transportasi yg bisa saya naiki apa? terimakasih mohon pencerahannya

    • Nugroho Christian  |  

      Dari Bandara Narita, Ardhy bisa naik kereta JR Narita Line (240 yen) atau kereta Keisei (260 yen) selama kurang lebih 10 menit. Dari Stasiun JR Narita atau Stasiun Keisei Narita (seperti yang dijelaskan di atas), kita bisa naik bus yang menuju ke arah Ryukakuji-dai-shako (tersedia 2 keberangkatan setiap jamnya) dan turun di Halte Ryukakuji-dai-2-chome atau Boso no Mura. Lama perjalanan sekitar 20 menit dengan ongkos 400 yen. Dari halte bus, kita kemudian berjalan kaki sekitar 8 menit (300 meter) sampai ke Desa Boso. Baliknya sama, ke Stasiun Narita, lalu naik kereta JR Narita sampai Tokyo. Salam.

Ask questions

You have to agree to the comment policy.

Yakin dengan itinerary kamu? Takut kesasar? Coba Tour Guide Online!