Rikugien Garden

Home / Park / Rikugien Garden
Item image

Berlokasi di dekat Stasiun Komagome di jalur kereta api terpadat di Jepang, JR Yamanote Line, Rikugien Garden atau Taman Rikugien adalah satu taman terindah dan oase di tengah-tengah kepadatan dan jenuhnya kehidupan di Tokyo. Meskipun tidak seluas Taman Hama Rikyu, namun pesona dan pemandangan Taman Rikugien menjadikannya patut menjadi destinasi teman-teman selama berada di Tokyo. Apa yang membuat taman Rikugien spesial? Salah satu alasannya adalah taman ini menawarkan suasana yang berbeda, ada pepohonan yang mirip dengan hutan, bukit kecil, dilengkapi dengan sungai kecil dan kolam di tengah-tengah taman. Suasananya masih alami dan “liar” sehingga menyusuri taman ini seperti menyusuri hutan yang sebenarnya. Yuk, simak ulasan khas Tim Info Jepang di taman terindah di Tokyo ini!

Taman Rikugien sudah berusia lebih dari 300 tahun sejak dibangun di tahun 1700-an oleh Kekaisaran Edo. Taman ini juga sempat dijadikan tempat tinggal keluarga Iwasaki, pendiri Mitsubishi, sebelum akhirnya sejak tahun 1953, keluarga Iwasaki memberikannya kepada pemerintah kota Jepang untuk menjadi taman publik. Area Taman Rikugien ini sering disebut sebagai taman landskap terbaik yang ada di Jepang bersama dengan Taman Koishikawa Korakuen.

Nama “Rikugien” sendiri berasal dari bahasa Cina yang berarti metode pembagian puisi Cina kuno menjadi enam bagian. Beberapa sejarah mengatakan bahwa taman ini adalah bukti hubungan baik antara Jepang dengan Cina di masa dulu, termasuk dengan adanya 88 lokasi/ tempat di Taman Rikugien yang diberi nama sesuai nama-nama yang ada di Jepang atau di Cina.

Kegiatan favorit pengunjung adalah menyusuri jalan setapak mengelilingi taman atau sekadar duduk sambil minum teh atau makan snack di tepian kolam dan melihat pemandangan. Ada dua kedai teh di taman ini, Azalea Teahouse dan Fugiake Teahouse. Dari Fugiake Teahouse, kita bisa memperoleh pemandangan terbaik ke arah kolam dengan latar belakang pepohonan taman.

Ada beragam jenis pohon yang tumbuh di taman ini sehingga kita bisa melihat pemandangan yang berbeda-beda setiap musimnya. Di musim semi, bunga-bunga sakura dan magnolia bermekaran. Kemudian di musim panas bunga azalea. Lalu di musim gugur kita bisa melihat daun-daun pohon maple dan sasanqua berubah warna menjadi merah. Pemandangan musim gugur seperti ini mungkin hanya sebanding dengan pemandangan di Taman Nasional Daisetsuzan di Hokkaido. Enaknya, taman ini berada tidak jauh dari pusat kota Tokyo. Di musim semi atau musim gugur (sekitar akhir maret-april dan oktober), pepohonan di Taman Rikugien dipasangi lampu-lampu, dan memberikan kita kesempatan untuk melihat iluminasi yang mengagumkan.

rikugien garden

Informasi Tiket Masuk

Harga tiket masuk Taman Rikugien untuk orang dewasa adalah 300 yen, untuk warga senior (>65 tahun) 150 yen. Jika memiliki Tiket Tokyo Subway, Common One-day Ticket for Tokyo Metro & Toei Subway, Tokyo Metro 24-hour Ticket, Tiket Tokyo Combination, Toei One-Day Economy Pass dan Tiket Welcome Tokyo Subway Pass biaya tiket masuk ke Taman Koishikawa Korakuen menjadi 240 yen/ 120 yen.

Akses ke Taman Rikugien

Dari Stasiun Shinjuku atau Stasiun Tokyo, teman-teman bisa naik kereta JR Yamanote Line dan turun di Stasiun Komagome. Keluar dari Stasiun Komagome, kita tinggal berjalan kaki 10 menit untuk sampai di Taman Rikugien. Taman Rikugien masuk ke dalam tempat wisata di sekitar jalur kereta JR Yamanote Line yang terkenal.

Cheap Hotels near Rikugien [More Hotels]

Pesan sekarang, bayar pas check in!

APA Hotel Okachimachi
4 km away
APA Hotel Okachimachi Eki-Kita S
from ¥8000/night
The Nell Ueno Okachimachi
4 km away
from ¥5400/night
Capsule Hotel 310
12 km away
from ¥3000/night
Hotel MyStays Ueno
4 km away
Hotel MyStays Ueno Iriyaguchi
from ¥12350/night

(sponsored by Booking.com)

Cek Juga Objek Wisata Berikut!

Shimbashi Shiodome
8 km away
Tsukiji Market dari Shimbashi Shiodome
Istana Kekaisaran Jepang
5 km away
Istana Kekaisaran Jepang dari Meganebashi
Shops and Restaurants Tok
8 km away
Sanji-no Oresama Restaurant Tokyo Tower
Haneda Airport
21 km away
Suasana Bandara Haneda

Sumber gambar: Flickr Kyle HasegawaGuilhem Vellut,


Recommended for you


Last modified: October 7, 2018 by

Berikan nilai untuk tempat wisata ini!

Rating

Close Comments

Comments (10)

  1. selamat siang pak nugroho, untuk waktu berkunjung ke taman rikugien dengan tujuan melihat iluminasi musim gugur di malam hari, apakah waktu masuk ke dalam tamannya tetap harus sebelum jam taman tutup (jam 16:30) ataukah bisa di malam harinya?
    terimakasih pak

    • Nugroho Christian  |  

      Tamannya buka lebih lama bu, tidak tutup jam 16.30. Jam nya itu adalah jam tutup taman biasa bu, kalau ada event-event iluminasi buka sampai malaman. Salam

  2. Saya rencana akan pergi ke Tokyo dari tgl 4 – 11 Oktober 2017, bersama teman2, akan tetapi saya penerbangan terpisah jadi ada waktu yang lebih lama di Tokyo yaitu saya mendarat di Tokyo pagi jam 06.50 tgl 4 Oktober dan penerbangan pulang malam hari 11 Oktober jam 23.30 dari Haneda pp. Pada tgl 4 pagi sambil menunggu teman saya datang di malam hari, saya rencana akan jalan2 ke mesjid Cami, resto dan market halal, dan melihat momiji (sesuai dengan info di atas bila melihat momiji diTokyo yg terdekat di Taman Rikugien). Mohon infonya apakah rencana saya tersebut sdh benar atau ada rencana yg lbh efektif. Saya juga perlu info transportasinya. Terimakasih

    • Nugroho Christian  |  

      Ya, silahkan Sakina. Rencananya sudah benar, bahkan kalau lebih ketat, Sakina bisa mengunjungi lebih banyak tempat wisata sambil menunggu teman-teman. Dari Bandara Haneda, bisa naik Tokyo Monorail sampai Hamamatsucho, lalu berpindah ke JR Yamanote Line sampai Stasiun Shinjuku. Silahkan titip koper atau barang-barangnya di loker Stasiun Shinjuku.
      Kalau dari Stasiun Shinjuku, kita bisa naik kereta Odakyu Odawara Line dan turun di Stasiun Yoyogi-Uehara. Lama perjalanan sekitar 4 menit dengan ongkos 160 yen. Setelah itu tinggal jalan kaki deh sampai Mesjid. Sakina juga bisa mengunjungi beragam tempat wisata lain di sekitar jalur JR Yamanote Line seperti taman rikugien.

    • Saya ada pertanyaan lagi apakah memungkinkan kalau saya yang mendarat di Haneda jam 6.50 pagi untuk mengisi waktu (sambil menunggu temen2 datang dari bandara Narita jam 16.30) pergi ke luar kota untuk city tour saja (tidak menginap karena rencana akan book Apartemen di daerah Shinjuku atau Shibuya yang jam check in nya sore sekitar jam 16.00). Bila jawabannya ya, saya belum tahu ke kota mana yang bisa city tour 1 day. Apakah ada paket city tour (selain Tokyo) dan berapa harganya? Saya juga tidak keberatan kalau gabung dengan grup lain karena saya sendirian. Terimakasih banyak pak. Salam.

    • Nugroho Christian  |  

      Selamat pagi Ibu. Untuk saat ini belum ada plan tur untuk bulan Oktober 2017.
      Kalau ibu berminat bisa membaca dulu keliling kota Tokyo dengan pass harian Tokyo. Salam

    • Selamat malam pak Nuk, saya ada perubahan rencana untuk tanggal 4 Okt. Saya berminat mendarat pagi jam 6:50 di bandara Haneda ke masjid Kobe dan city tour sekitar masjid dalam 1 hari. Transportasi apa yang efisien dari segi waktu dan harga? Selain itu saya juga berminat naik kereta Port Liner yang menyebrangi laut dan naik bay shuttle. Terimakasih banyak atas informasinya.

    • Nugroho Christian  |  

      Selamat siang Ibu. Bisa menunjukkan paspor, pelajar sampai umur 18 tahun akan bebas biaya masuk. Salam

Ask questions

You have to agree to the comment policy.

Yakin dengan itinerary kamu? Takut kesasar? Coba Tour Guide Online!